Hanya demi orang seperti dia kamu bisa tinggalkan aku, kenapa?
Kenapa kamu selalu membodohi dirimu sendiri dengan kepalsuan?
Kamu tahu apa yang kamu rasakan, tapi kamu menutupi itu dengan keras kepalamu.
Siapa yang kamu butuhkan adalah disaat kamu bisa memikirkan orang itu sepanjang waktu saat kamu sendiri, bukan orang yang mampu memberimu kebahagiaan yang sesaat.
Tapi semua sudah tak mungkin kembali, pilihan sudah ditentukan, dan hati hanya terdiam tak berdaya menjadi permainan keegoisanmu. Aku terluka, dan mungkin sekarang kamu juga terluka.
Itulah yang kamu harapkan, itulah yang kamu inginkan.
Jangan bilang demi aku, aku tak mendapatkan apapun dari apa yang kamu lakukan. Ini semua demi kamu sendiri, tapi kamu akan sadari suatu saat nanti.
blog ini hanya sebagai pelampiasan biar gak bete sekaligus sarana mengekspresikan diri dan mengeluarkan unek-unek serta cerita yang mungkin emang gak penting..
Rabu, 21 Maret 2012
Jumat, 16 Maret 2012
Kekecewaan...
Siapa kamu yang senantiasa memberikan kesakitan selalu terhadapku?
Pentingkah dirimu hingga ku harus memikirkanmu selalu?
Seberapa berharganya dirimu hingga ku dulu merendahkan martabatku sendiri?
Aku salah menganggapmu penting. Aku salah memposisikanmu di tempat tertinggi dalam hatiku. Aku terlalu tolol dengan semua anggapanku tentang dirimu...
Begitu mudah aku lenyap, begitu mudah aku sirna, dan aku tiada nampak sedikitpun...
Aku tak perlu mengharapkanmu lagi. Dirimu hanya hal yang gak penting yang mengacaukan pikiranku. Dan setelah menang, kamu tinggalkan diriku yang tak berdaya, tanpa sedikitpun keraguan yang kamu pancarkan. Dengan pasti, kamu mampu melangkah saat aku sendiri tak mampu bangun...
Kamu pernah bersumpah, tapi justru aku yang berusaha mempertahankan sumpah kamu. kamu sendiri tak mau memikirkan sumpah kamu. Dunia terbalik. Sungguh-sungguh hal yang menjemukan ketika aku sadari bahwa kamu tak peduli dengan sumpah kamu. Kamu punya keyakinan sumpah kamu akan terwujud, mungkin itu yang menjadi landasan kamu bisa menyakitiki, dan tinggalkanku sesaat untuk kebahagiaan kamu sendiri. Tapi sebelum kamu sadar, aku sudah muak dengan apa yang telah kamu lakukan...
Sekali lagi kamu pikir seberapa berharganya dirimu hingga aku sama sekali tak berarti?
Aku sekarang benar-benar muak, dan ku sesali kenapa pertemuan denganmu terjadi.
Kamu tak menganggapku seperti diriku menganggapmu...
Pentingkah dirimu hingga ku harus memikirkanmu selalu?
Seberapa berharganya dirimu hingga ku dulu merendahkan martabatku sendiri?
Aku salah menganggapmu penting. Aku salah memposisikanmu di tempat tertinggi dalam hatiku. Aku terlalu tolol dengan semua anggapanku tentang dirimu...
Begitu mudah aku lenyap, begitu mudah aku sirna, dan aku tiada nampak sedikitpun...
Aku tak perlu mengharapkanmu lagi. Dirimu hanya hal yang gak penting yang mengacaukan pikiranku. Dan setelah menang, kamu tinggalkan diriku yang tak berdaya, tanpa sedikitpun keraguan yang kamu pancarkan. Dengan pasti, kamu mampu melangkah saat aku sendiri tak mampu bangun...
Kamu pernah bersumpah, tapi justru aku yang berusaha mempertahankan sumpah kamu. kamu sendiri tak mau memikirkan sumpah kamu. Dunia terbalik. Sungguh-sungguh hal yang menjemukan ketika aku sadari bahwa kamu tak peduli dengan sumpah kamu. Kamu punya keyakinan sumpah kamu akan terwujud, mungkin itu yang menjadi landasan kamu bisa menyakitiki, dan tinggalkanku sesaat untuk kebahagiaan kamu sendiri. Tapi sebelum kamu sadar, aku sudah muak dengan apa yang telah kamu lakukan...
Sekali lagi kamu pikir seberapa berharganya dirimu hingga aku sama sekali tak berarti?
Aku sekarang benar-benar muak, dan ku sesali kenapa pertemuan denganmu terjadi.
Kamu tak menganggapku seperti diriku menganggapmu...
Langganan:
Komentar (Atom)